5 Cara Menjaga Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Mudah


Posted On Dec 21 2020 by

Perlu cara-cara khusus dalam membiasakan anak dengan autisme untuk menggosok gigi apalagi sampai mereka dapat menyikat giginya sendiri. Kunjungan pertama adalah hal yang paling penting untuk dilakukan karena pada umumnya kunjungan pertama pada umumnya anak lebih dapat menerima perawatan gigi. Dan seharusnya dalam kunjungan pertama ke dokter gigi anak harus selalu didampingi orang tua. Trauma perawatan sebelumnya akan lebih menyulitkan perawatan gigi lanjutan. Tugas utama dokter gigi anak adalah merubah pola prilaku anak yang pada awalnya takut akan perawatan gigi akan menjadi sesuatu hal yang menarik sehingga didapatkan kesehatan gigi yang optimal terutama pada anak.

Kesehatan gigi anak dengan autisme sangat tergantung pada orang tua terutama ibu, yang bertindak sebagai orang pertama yang dikenal oleh seorang anak. Sehari-hari, ibu yang pertama melatih keterampilan dasar anak seperti makan, mandi, dan membersihkan gigi. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku seorang Ibu terhadap kesehatan gigi yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Mengajari anak menggosok gigi merupakan salah satu tantangan tersendiri untuk para orang tua.

Jadikan kunjungan dokter gigi menjadi kunjungan yang mennyenangkan, alih-alih menyeramkan. Jangan menggunakan kunjungan gigi sebagai ancaman untuk memperbaiki perilaku buruk. Misalnya “Kalau kamu nakal, nanti Mama bawa ke dokter gigi biar giginya dibor!

Walau jumlahnya masih sedikit, gigi bayi tetap perlu dibersihkan secara rutin agar kesehatan mulut bayi tetap terjaga. Namun, membersihkan gigi bayi harus dilakukan dengan hati-hati, ya, Bun. Ketahui cara membersihkan gigi bayi yang benar agar hasilnya maksimal dan tidak malah melukai mulut atau gusinya. Menyajikan makanan yang sehat adalah cara terbaik untuk memastikan kebersihan dan kesehatan mulut anak. Menurut penelitian, anak-anak yang orang tuanya mengikuti kebiasaan sehat tidak mengalami kesulitan dengan membuat pilihan yang baik sendiri.

Cara menjaga kebersihan gigi anak

Mama dapat memilih buku yang memiliki nilai tentang kesehatan mulut, tentunya dengan cerita yang menarik. Pilihlah buku yang memiliki nilai tentang kesehatan mulut, tentunya dengan cerita yang menarik. Sebagian dari mereka merekomendasikan sikat gigi dimulai saat usia 2 – three tahun.

Biasakan menggosok gigi dua kali sehari, terutama sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur. Dampingi dan ajarkan anak menyikat gigi dengan benar dari gusi ke gigi, selama 2 menit. Namun, perilaku ibu menjaga kesehatan gigi mulut anak dengan autisme bukan menjadi satu-satunya faktor penentu.

Namun, Bunda harus ingat, obat kumur hanya dianjurkan untuk anak yang berusia di atas 6 tahun. Hal ini karena anak di usia tersebut umumnya sudah bisa berkumur dengan baik sehingga tidak berisiko menelan cairan obat kumur. Bulu sikat gigi yang sudah mekar, tidak efektif dalam membersihkan plak gigi.

Ketika Anda melihat anak menjulurkan lidahnya atau membiarkan mulutnya terbuka di siang hari, dengan lembut mengalihkan perhatiannya. Mama hanya perlu memastikan bulu dan ukuran sikat gigi yang mereka pilih sesuai dengan kondisi mulut serta usianya. Bersihkan gigi dan gusi pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur, gunakan kasaa basah atau sikat gigi yang berbulu lembut. Anda hanya perlu memastikan bulu dan ukuran sikat gigi yang mereka pilih sesuai dengan kondisi mulut serta usianya.

Jakarta – Menjaga kebersihan mulut dan gigi merupakan suatu hal yang harus dilakukan sejak dini. Kerusakan gigi pada anak jangan dianggap sepele, karena itu bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi. Dikutip dari webmd.com, semakin muda anak dibawa check-up rutin ke dokter gigi, semakin baik pula untuk kesehatan giginya. Jangan mengatakan janji bahwa prosedur tindakan di dokter gigi tidak akan terasa sakit.

Jangan biasakan membiarkan si kecil tidur sambil minum susu atau dalam keadaan gigi yang kotor. Gigi yang tidak dibersihkan sebelum tidur akan membuat kuman senantiasa berkembang biak dan menumpuk. Kuman lebih mudah dua kali berkembang biak saat malam hari dikarenakan produksi air liur yang mengandung zat antibakteri berkurang. Perawatan gigi si kecil harus dimulai sejak dini, bahkan sejak sebelum giginya tumbuh.

Last Updated on: May 30th, 2021 at 3:23 am, by


Written by Puck